Jumat, 24 Maret 2017

TEKNIK PERAWATAN MESIN (MAINTENANCE)

PERAWATAN MESIN (MAINTENANCE) & PERBAIKAN MESIN (REPAIR)

       Perawatan pada suatu industri merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung aktivitas produksi yang memiliki daya saing di pasaran. Pengertian dari perawatan yaitu berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya hingga kondisi yang dapat diterima. 
     Menurut Jay Heizer dan Barry Render, (2001) dalam bukunya “operations Management” pemeliharaan adalah : “all activities involved in keeping a system’s equipment in working order”. Artinya: pemeliharaan adalah segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem peralatan agar bekerja dengan baik.
     Menurut,A.K Govil, 1983 ”Perawatan” adalah suatu kombinasi dari setiap tindakan yang di lakukan untuk menjaga barang atau untuk memperbaikinya sampai pada  suatu kondisi yang bisa di terima.

Departemen Perawatan 
     Departemen perawatan merupakan departemen yang bertanggungjawab terhadap kegiatan perawatan dan perbaikan sarana yang ada di dalam suatu industri. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan departemen perawatan adalah:
 1. Jenis pekerjaan
 2. Kesinambungan pekerjaan
 3. Situasi geografis pabrik
 4. Ukuran pabrik
 5. Kehandalan tenaga kerja terlatih
Konsep dasar dalam organisasi departemen perawatan antara lain:
1. Pembatasan wewenang untuk menghindari tumpang tindih kekuasaan
2. Hubungan vertikal antara atasan dan bawahan yang menyangkut masalah wewenang dan tanggung jawab dibuat sedekat mungkin
3. Penentuan jumlah pekerja yang ditangani oleh seorang pengawas
4. Susunan personil dalam organisasi
Prinsip organisasi departemen perawatan antara lain :
 1. Perencanaan organisasi yang logis
 2. Fasilitas memadai
 3. Supervisi yang efektif
 4. Sistem dan kontrol yang efektif

Fungsi Departement ( Maintenance & Repair )

    Maintenance adalah semua aktivitas yang berkaitan untuk mempertahankan peralatan system dalam kondisi layak bekerja.  Sedangkan repair adalah sebuah perbaikan, perbaikan pada komponen komponen tertentu yang sudah rusak dan bisa di perbaiki lagi. 
Repair adalah kegiatan mengganti atau memperbaiki sebagian dari peralatan yang rusak agar dapat beroperasi kembali sesuai fungsi dan kemampuannya seperti keadaan sebelum rusak.
Ada istilah maintenance corrective pada suatu proses maintenance and repair yaitu proses mengganti beberapa komponen yang rusak. Lalu, apa perbedaan maintenance corrective dengan perbaikan? Pada corrective maintenance, ada alat yang diganti. Namun alat yang diganti tersebut sebenarnya masih bisa berfungsi hanya saja performanya sudah mulai menurun. Bedanya dengan repair (perbaikan), alat yang diganti pada proses repair adalah alat yang sudah tidak dapat berfungsi bahkan menghambat kinerja suatu alat. Jadi fungsi dari Departement Maintenance & Repair  itu sendiri yaitu :
 1. Untuk mengurusi segala kepentingan yang berkaitan dengan perawatan dan
    pemeliharaan mesin untuk mengurangi resiko kerusakan yang lebih parah.
 2. Departement Repair akan membantu Departement Maintenance saat terjadi
    kerusakan di suatu mesin.
 3. Ongkos perawatan untuk setiap unit produksi diusahakan serendah mungkin.
 4. Meminimumkan bahan sisa atau yang tidak standar.
 5. Meminimumkan kerusakan peralatan yang kritis.
 6. Menekan ongkos perawatan peralatan yang non-kritis serendah mungkin.
 7. Memisahkan fungsi administratif dan penunjang teknik.

Tahap Maintenance Dan Repair 
 1. Diagnosa : Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kesalahan
 2. Pengukurang/pengujian/troubleshooting
 3. Menentukan kerusakan
 4. Perbaikan/Perawatan

Tujuan Dari Maintenance Dan Repair
     Tujuan utamanya adalah untuk memperpanjang lifetime suatu alat dan menjaganya agar tetap reliable. Oleh karena itu, reliabilitas suatu alat menjadi penting. Reliabilitas adalah kemampuan alat melakukan fungsinya tanpa kegagalan dengan batas waktu yang telah ditentukan. 
     Maintenance yang baik adalah maintenance yang singkat sehingga downtime tidak terlalu lama dan fungsionalitas alat tetap terjaga. Downtime adalah waktu dimana alat tidak dapat dipergunakan karena perbaikan.
Ada 5 faktor yang menentukan lama downtime:
1. Man power : Keahlian teknisi
2. Material : ketersediaan komponen/bahan
3. Machine : ketersediaan alat pendukung/tools
4. Money : Ketersediaan budget untuk melakukan perbaikan
5. Market : Pasar yang menjadi sumber material dan machine

     Pada intinya maintenance dilakukan untuk menghindari kegagalan alat. Kegagalan Alat yang dimaksud disini  adalah akhir kemampuan suatu alat untuk melaksanakan fungsi yang dipersyaratkan.

Jenis-jenis Maintenance
     Secara garis besar kegiatan perawatan dapat diklasifikasikan dalam dua macam yaitu: Perawatan terencana (planned maintenance) dan perawatan tidak terencana (unplanned maintenance).
Untuk lebih jelasnya mengenai pembagian strategi perawatan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

1. Perawatan Terencana (Planned Maintenance) 
   Dalam perawatan terencana suatu peralatan akan mendapat giliran perbaikan sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan sedemikian rupa sehingga kerusakan besar dapat dihindari.. Perawatan terencana (planned maintenance) terbagi menjadi preventive maintenance dan corrective maintenance.
2. Perawatan Tidak Terencana (Unplanned Maintenance)
   Perawatan tidak terencana ini membahas mengenai perawatan darurat dimana perawatan ini merupakan salah satu cara perawatan yang tidak direncanakan sebelumnya sehingga biasanya hal ini dilakukan saat mesin atau peralatan tersebut mengalami kegagalan atau kerusakan yang tidak terduga dan harus segera diperbaiki untuk mencegah akibat yang lebih serius lagi. Salah satu contoh perawatan tidak terencana adalah emergency maintenance. Emergency maintenance adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.
Dalam pelaksanaanya, kegiatan perawatan pencegahan ini dapat di bedakan atas dua macam,yaitu :
1. Perawatan Rutin (Routine Maintenance)
   yaitu kegiatan perawatan yang di lakukan secara rutin,misalnya setiap hari. Sebagai contoh adalah kegiatan pembersihan mesin dan peralatan, pemberian minyak pelumas, pengecekan bahan bakar, dan sebagainya.
2. Perawatan berkala (periodic Maintenance)
   yaitu kegiatan perawatan yang di lakukan secara berkala (periodic) atau dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap satu minggu sekali, lalu meningkat satu bulan sekali, dan akhirnya setiap setahun sekali. Perawatan berkala ini dapat pula di lakukan dengan memakai lamanya jam kerja mesin.
3. Perawatan Perbaikan (Corretive Maintenance )  
   Kegiatan perawatan merupakan kegiatan yang di lakukan setelah sistem mengalami kerusakan atau dengan kata lain sistem tersebut sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Kegiatan perawatan ini juga sering di sebut sebagai kegiatan reparasi (repair maintenance), yang biasanya terjadi karena kegiatan perawatan pencegahan tidak di lakukan sama sekali ataupun karena kegiatan perawatan pencegahan telah di lakukan namun pada suatu waktu tertentu fasilitas produksi tersebut tetap rusak.

Istilah-istilah Maintenance
1.Avalabality
Adalah Perioda waktu dimana alat/fasilitas dalam keadaan siap untuk dipakai/dioperasikan.
2. Downtime
Adalah Perioda waktu dimana alat/fasilitas dalam keadaan tidak dapat dipakai/dioperasikan.
3. Breakdown
Adalah aktivitas maintenance (pemeliharaan) yang dilakukan sebagai reaksi atau tindakan segera yang menduduki prioritas utama untuk mengembalikan kondisi peralatan atau mesin pada kondisi atau keadaan normal setelah mengalami kegagalan fungsi yang mengakibatkan peralatan tersebut berhenti beroperasi.
4. Overhaul
Adalah Pemeriksaan dan perbaikan secara menyeluruh thdap suatu fasilitas atau sebagian dari fasilitas shgg mencpai standard yang di terima.
5. Perhitungan Efisiensi Mesin
Adalah ukuran menyeluruh yang mengidentifikasikan tingkat produktifitas mesin dan kinerja secara teori.Bertujuan untuk mengetahui area mana yang perlu untuk ditingkatkan produktivitas maupun efisiensi mesin dan dapat juga menunjukan area bottleneck yang terdapat di lintasan produksi.
6. Maintainability
Adalah probabilitas pada kegagalan suatu item untuk dikembalikan kepada kondisi awal operasional.
7.Reliability
Adalah probabilitas suatu item untuk bekerja secara normal untuk jangka waktu operasional.
8. Mission time
Adalah waktu operasional suatu item.
9. Logistictime
Adalah Sebagian waktu downtime yang digunakan untuk menunggu spare part
10. Failure
Adalah ketidakmampuan suatu item untuk beroperasi.
11. Serviceability
Adalah Tingkat kemudahan atau kesulitan pada item yang dapat dikembalikan ke kondisi kerjanya.
12. Redundancy
Adalah keberadaan lebih dari satu alat untuk mencapai satu fungsi yang ditentukan.
13. Failure Mode
Adalah keadaan abnormal dari kinerja suatu item yang menjadi pertimbangan pada item tersebut karena menyebabkan kegagalan.
14. Useful life
Adalah Jarak waktu suatu item beroperasi dan berproduksi.
15. Corrective Maintenance
 Adalah maintenance yang tidak terjadwal untuk mengembalikan pada peforma semula.
16. Continuous task
Adalah Sebuah kegiatan yang mlibatkan monitoring terhadap suatu item.
17. Active repair time
Adalah periode saat downtime saat manpower bekerja memperbaiki suatu item.
18. Inspection
Adalah observasi secara kualitatif dari kondisi item.

Keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh dengan adanya Maintenance and Repair adalah sebagai berikut :

1. Mesin dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat dipergunakan dalam jangka waktu panjang,
2. Pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan lancar,
3. Dapat menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan kerusakan-kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses produksi berjalan,
4. Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula,
5. Dapat dihindarkannya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yang digunakan,
6. Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku dapat berjalan normal





Sumber :

Senin, 30 Januari 2017

Makalah Sofskil



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dari pembahasan diatas kita dapat memahami dan mengerti tentang jenis pengelasan dan alat yang digunakan dalam sistem sambungan pengelasan juga cara dan jenis metode pengelasan atau teknik pengelasan yang bisa digunakan sesuai bahan dan posisi benda yang akan di Las. Las dirancang untuk menyambung bahan logam dengan jenis sambungan yang kuat dan tahan lama sehingga dapat mengurangi resiko sambungan gampang putus. Peralatan ini sangat penting sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk keaman kontruksi penyambungan pada bangunan dengan metode kerangka logam . seperti pada bidang otomotif, bidang arsitektur dan bidang yang lainnya.

Minggu, 20 November 2016

perbandingan Spesifikasi Nikon D7200 vs D7100 (Spesifikasi Perbandingan)

NAMA       = WAHYU TRION
NPM           = 2C414160
KLS           = 3IC08

BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia teknoligi yang semakin pesat, menuntut industri untuk selalu mengedepankan kemajuan teknologinya masing-masing. Supaya mampu mengikuti perkembangan tersebut maka setiap industry terutama dibidang komunikasi dituntut untuk melakukan terobosan bahkan menemukan teknologi baru agar produk yang dihasilkan memiliki kenyamanan bagi konsumen. Perkem bangan kamera saalah satunya semakin banyak fitur dan aplikasi yang dapat memudahkan konsumen, kali ini saya akan membandingkan dua tipe kamera untuk di bandingkan
1.2     Tujuan Penulisan

          Penulisan ini bertujuan agar pembaca tahu perbandingan Spesifikasi Nikon D7200 vs D7100 (Spesifikasi Perbandingan)

 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Perbandingan Nikon D7200 vs D7100 (Spesifikasi Perbandingan)

Beberapa peningkatan secara garis besar akan terlihat dari semakin meningkatnya kinerja autofokus terutama pada kondisi rendah cahaya. Kemudian ada lagi kemampuan buffer yang lebih tinggi, penambahan fitur Wi-Fi dengan NFC dan daya tahan baterai yang diklaim 15% lebih lama.
Merupakan kamera high-end APS-C, sekaligus merupakan kamera kamera di jajaran DX format satu-satunya yang mendukung autofokus pada lensa screw drive. Kamera ini dibekali dengan sensor CMOS APS-C dengan resolusi 24 megapixel dan didukung dengan image processor Expeed 4 yang memastikan kinerja kamera menjadi lebih cepat. Kamera ini bisa disejajarkan dengan kamera dari produsen lain sebagai kompetitornya seperti Canon EOS 7D Mark II, Pentax K-3 Sony SLT-A77 II dan beberapa kamera dari produsen yang lain. Telah menggunakan sistem Multi-CAM 3500DX II yang sebelumnya telah digunakan pada Nikon D750. Sistem menawarkan 51 titik AF (yang berpusat pada 15 titik sebagai cross-type). Hal ini akan terlihat sama dengan yang digunakan pada Nikon D7100 namun dengan sistem Multi-CAM 3500DX. Perbedaannya adalah sistem yang dugunakan pada D7200 memiliki titik-titik sensitif hingga -3EV, sementara yang ditawarkan oleh pendahulunya dengan sistem Multi-CAM 3500DX terbatas pada -2EV.
 
Kemampuan yang dimiliki oleh Nikon D7200 jika dibanding dengan Nikon D7100 baru akan terlihat jelas pada saat digunakan untuk continous shooting. Dimana jika dilihat secara teliti kemampuan buffer pada D7100 lebih kecil, hal ini akan berpengaruh tidak hanya saat penembakan namun juga berpengaruh pada bracketing. Sedangkan pada Nikon D7200 telah mampu melakukan tembakan dengan peningkatan hingga 18 14-bit lossless compressed, 27 12-bit cmpressed RAW atau hingga 100+ untuk JPEG. Tingkat burs maksimum masih tetap sama diantara keduanya yaitu pada 6 fps pada full size dan 7 fps pada 1.3x crop mode. Selain itu kemampuan ISO juga meningkat signifikan jika dibanding pendahulunya. Pada D7200 sensitivitas ISO mencapai 51200 hingga 102400 namun dengan pilihan hanya untuk gambar hitam dan putih saja.
Dua fitur baru yang bisa dibanggakan dari Nikon D7200 adalah kemampuan merekam video dan juga ditambahkan nya built-in Wi-Fi dengan NFC. Kemampuan merekam video full HD 1080/60p dengan flat picture control dan juga tersedia untuk stills. Kemampuan merekam video tersebut hanya tersedia pada mode crop 1.3x saja. Dan yang kedua adalah tentang koneksi Wi-Fi dengan NFC, fitur baru yang ditanamkan pada Nikon D7200 ini akan sangat memudahkan pengguna yang ingin mengontrol kamera dari jarak jauh. Pengguna hanya tinggal menyambungkan kamera dengan smartphone yang kompatibel melalui SnapBridge dan pengguna dapat dengan mudah melakukan kontrol kamera dari jarak jauh, atau juga bisa dimanfaatkan untuk mentransfer gambar atau video keperangkat lain.
Terakhir yang juga tak kalah penting adalah bahwa Nikon D7200 telah meningkatkan kemampuan daya tahan baterai. Baterai yang digunakan sebenarnya masih sama dengan pendahulunya, namun penggunaan prosesor gambar Expeed 4 dalam hal ini menjadi pengaruh besar terhadap daya tahan baterai. Expeed 4 dengan kinerja yang jauh lebih cepat mampu mengurangi daya yang dibutuhkan untuk proses penembakan. Dengan demikian efisiensi daya baterai lebih meningkat sehingga tidak cepat habis. Perbandingan kemampuan baterai untuk mengambil gambar cukup signifikan yaitu 1110 shot untuk D7200 dan 950 shot untuk D7100.
BAB III
KESIMPULAN
3.1     Kesimpulan
          Kesimpulan dari perbandingan diatas oppo f1 dan xiaomi mi 4s memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing sehingga tergantung konsumen ingin memilih yang mana sesuai selera sesuai baget yang dimiliki.




Sumber :