Minggu, 16 Oktober 2016

PERBANDINGAN MESIN DIESEL DAN MESIN BENSIN



NAMA           : WAHYU TRIONO
NPM               : 2C414160
KLS                : 3IC08

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Perkembangan dunia otomotif yang semakin pesat, menuntut industri otomotif untuk selalu mengedepankan kemajuan teknologinya masing-masing. Supaya mampu mengikuti perkembangan tersebut maka setiap industry terutama dibidang otomotif dituntut untuk melakukan terobosan bahkan menemukan teknologi baru agar produk yang dihasilkan tidak memiliki kenyamanan bagi konsumen. Perkembangan mesin salah satunya semakin maju teknologi maka akan semakin banyak pula perkembangan mesi dari mulai mesin uap mesin diesel mesin bensin dan mesin listrik, kali ini saya akan membahas mesin bensin dan mesin diesel untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masin-masing
1.2       Tujuan Penulisan
Untun mengetahuai perbandingan mesin bensin dan mesin diesel dan mengetahui kelebihan dan kekurangan pada masing-masing mesin


BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Perbandingan Mesin Diesel dan Mesin Bensin
A. Mesin Diesel
Motor atau mesin diesel adalah salah satu motor pembakar dalam (internal combustion engine) selain motor bensin dan turbin gas. Motor pembakar dalam yaitu motor yang proses kerjanya dilakukan di dalam mesin, contohnya motor bensin, motor diesel, turbin gas. Sedangkan motor pembakar luar adalah motor yang proses kerjanya dilakukan di luar mesin, misalnya kereta uap. 
Prinsip yang harus diingat pada motor diesel, yaitu bahwa  pada mesin atau motor diesel hanya udara saja yang dihisap ke dalam ruang bakar. Sedangkan pada mesin atau motor bensin yang dihisap ke  dalam ruang bakar adalah bahan bakar atau bensin (yang sebelumnya telah dicampur dengan udara di karburator). Jadi pada mesin diesel hanya udara saja yang dihisap masuk ke ruang bakar lalu udara murni tersebut dikompresikan hingga mencapai suhu dan tekanan yang tinggi. Selanjutnya beberapa derajat sebelum piston sampai pada titik mati atas (TMA), bahan bakar solar disemprotkan atau diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Karena suhu dan tekanan udara di dalam ruang bakar cukup tinggi maka partikel-partikel bahan bakar solar tadi akan terbakar dengan sendirinya sehingga terjadilah proses pembakaran. Rasio kompresi yang diperlukan untuk dapat membakar bahan bakar solar dengan sendirinya adalah sebesar 15-22 sedangkan suhu udara kompresinya kira-kira 600 derajat celsius.
Pada mesin diesel memang tidak diperlukan sistem pengapian seperti pada motor bensin, namun diperlukan sistem injeksi bahan bakar yang berupa pompa injeksi dan pengabut dan juga ada yang menggunakan busi pijar (alat bantu pemanas) serta alat bantu lain. Selain itu bahan bakar pada mesin diesel harus mempunyai sifat bisa terbakar sendiri (self ignition). Lebih detail tentang prinsip kerja mesin diesel atau cara kerja motor diesel adalah sebagai berikut ini:
Langkah Hisap
Langkah hisap yaitu torak bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Udara (ingat yang diisap pada mesin diesel adalah UDARA saja) dihisap melalui katup atau saluran hisap. Sehingga katup hisap dalam kondisi membuka dan katup buang dalam kondisi tertutup.
Langkah Kompresi
Cara kerja mesin diesel pada langkah kompresi, ketika torak atau piston bergerak dari TMB menuju TMA, udara murni tersebut dipampatkan atau dikompresikan seiring dengan bergeraknya katup ke TMA. Posisi katup hisap dan katup buang tertutup. Dengan kompresi ini maka suhu udara dan tekanan udara meningkat atau naik drastis.
Langkah Usaha
Cara kerja mesin diesel pada langkah usaha, meneruskan langkah kompresi, kemudian beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA, bahan bakar solar disemprotkan atau diinjeksikan oleh pengabut ke dalam ruang bakar sehingga bercampur dengan udara bertekanan tinggi dan suhu tinggi tadi, maka terjadilah pembakaran. Pada langkah usaha ini, piston mulai bergerak dari TMA menuju TMB akibat adanya dorongan hasil ledakan proses pembakaran. Pada saat terjadi pembakaran katup hisap dan katup buang keduanya menutup. Namun diakhir atau menjelang akhir langkah usaha, katup buang mulai membuka.
Langkah Buang
Cara kerja mesin diesel pada langkah buang, ketika piston akan sampai atau menjelang sampai di TMB, katup buang mulai terbuka sehingga gas sisa hasil pembakaran terbuang dan kemudian piston bergerak lagi dari TMB ke TMB mendorong gas sisa pembakaran keluar sehingga bersih dari gas sisa pembakaran.

Mesin diesel memiliki keuntungan diantaranya:
1.   Pemakaian bahan bakar yang lebih hemat, karena efisiensi panasnya lebih baik, kemudian biaya operasionalnya juga hemat karena harga solar yang lebih murah. Sobat bisa cek sendiri harga solar di SPBU terdekat.
2.   Daya tahan pada mesin diesel lebih lama dan gangguannya lebih sedikit karena tidak ada sistem pengapian pada mesin diesel. Hal ini seperti yang sudah Guru Otomotif jelaskan pada prinsip kerja mesin diesel di atas.
3.     Jenis bahan bakar yang digunakan lebih banyak.
4.   Pengoperasian lebih mudah dan cocok digunakan untuk jenis kendaraan besar yang membutuhkan tenaga besar. Karena variasi momen yang terjadi pada perubahan tingkat kecepatan lebih kecil.
Selain itu, ternyata mesin diesel juga memiliki kerugian atau kelamahan yaitu sebagai berikut:

1.     Suara atau getaran yang dihasilkan mesin diesel lebih besar yaitu hampir 2 (dua) kali lebih besar dari pada motor bensin. Hal ini disebabkan karena tekanan yang sangat tinggi ketika proses pembakaran, dengan tekanan sebesar kurang lebih 60  kg/cm persegi.
2.  Berat persatuan daya dan biaya produksi pada mesin diesel lebih besar. Ini disebabkan karena bahan dan konstruksi mesin diesel lebih rumit untuk rasio kompresi yang tinggi 
3.     Pembuatan pompa injeksi lebih teliti sehingga perawatannya lebih sulit.
4.   Memerlukan kapasitas baterai dan motor starter yang besar agar bisa memutar poros engkol dengan kompresi tinggi. jika menggunakan engkol, maka yang mengengkol/menyelah pun harus kuat.
B.  Mesin Bensin


Mesin bensin adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk menggunakan bahan bakar bensin atau yang sejenis. Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode pencampuran bahan bakar dengan udara, dan mesin bensin selalu menggunakan penyalaan busi untuk proses pembakaran.
Prinsip yang harus diingat pada motor bensin, yaitu bahwa  pada mesin atau motor bensin campuran udara dan bensin yang dihisap ke dalam ruang bakar. Sedangkan pada mesin atau motor diesel yang dihisap ke  dalam ruang bakar adalah udara saja. Jadi pada mesin bensin campuran udara dan bensin yang dihisap masuk ke ruang bakar lalu udara murni tersebut dikompresikan hingga mencapai suhu dan tekanan yang tinggi. Selanjutnya beberapa derajat sebelum piston sampai pada titik mati atas (TMA), busi memercikan api sehingga campuran bahan bakar meledak, Lebih detail tentang prinsip kerja mesin diesel atau cara kerja motor diesel adalah sebagai berikut ini:
Langkah Hisap           
Langkah hisap yaitu torak bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Udara dan bensin dihisap melalui katup atau saluran hisap. Sehingga katup hisap dalam kondisi membuka dan katup buang dalam kondisi tertutup.
Langkah Kompresi
Cara kerja mesin diesel pada langkah kompresi, ketika torak atau piston bergerak dari TMB menuju TMA, campuran bensin dan udara tersebut dipampatkan atau dikompresikan sebelum TMA busi akan memercikan api. Posisi katup hisap dan katup buang tertutup. Dengan kompresi ini maka suhu udara dan tekanan udara meningkat atau naik drastis.
Langkah Usaha
Langkah usaha pada mesin besin piston bergerak dari TMA menuju TMB semua katup menutup baik katup in maupun katup buang.
Langkah Buang
Langkah buang pada Mesin bensin piston bergerak dati TMB menuju TMA katup buang terbuka sedangkan katup in tertutup.

keuntungan mesin bensin yaitu :

1.      hasil pembakaran atau kompresi sangat bersih   
2.      hasil kompresi tidak mengeluarkan asap
3.      bahan bakar hemat

kelemahan mesin bensin yaitu :

1.      karburator mudah banir 
2.      bahan bakar bensin lama lama bisa kotor di dalam tangki 
3.      busi sering basah bila karburator banjir

BAB III
KESIMPULAN
3.1       Kesimpulan
            Kesimpulan dari perbandingan diatas adalah setiap mesin memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing jadi tergantung kita sebagai konsumen dalam memilih mesin mana yang kita lebih sukai dalam pemakainan





Sumber :