Minggu, 02 Oktober 2016

PERBANDINGAN REM


NAMA           : WAHYU TRIONO
NPM              : 2C414160
KLS               : 3IC08

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia otomotif yang semakin pesat, menuntut industri otomotif untuk selalu mengedepankan kemajuan teknologinya masing-masing. Supaya mampu mengikuti perkembangan tersebut maka setiap industry terutama dibidang otomotif dituntut untuk melakukan terobosan bahkan menemukan teknologi baru agar produk yang dihasilkan tidak ketinggalan zaman.
Rem merupakan salah satu bagian utama Dari setiap kendaran, mengingat fungsinya sangat berperan dalam pengoperasian kendaraan. Pada umumnya kendaraan harus memiliki tenaga yang cukup untuk bergerak pada berbagai kondisi atau keadaan, tenaga tersebut dihasilkan dari motor melalui pembakaran bahan bakar dalam selinder. Diketahui bahwa kendaraan bergerak dan berjalan pada jalan yang tidak selalu rata, namun terkadang mendaki atau menurun. Demikian juga tidak selalu berjalan yang lurus terkadang kendaraan berbelok di tikungan dan berhenti secara tiba-tiba. Untuk mengtasinya, maka setiap kendaraan harus dilengkapi dengan sistem pengereman yang lebih aman pada saat pengemudi menginginkan kendaraan berhenti secara tiba-tiba atau ingin memperlambat laju kendaraan, maka  rem sangat dibutuhkan untuk mengontrol kecepatan kendaraan.
Menurut para ahli rem merupakan kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendara. Perkembangan teknologi rem yang hingga saat ini semakin berkembang dimulai dari rem tromol hinga yang paling banyak digunakan sekarang yaitu rem bersistem ABS. Semakin majunya teknologi  maka sistem pengereman menjadi lebih stabil dan menjadi lebih aman sehingga menambah kenyamanan para penggunanya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk membanding sistem rem tromol, rem cakram, rem cbs, dan rem abs yang banyak di gunakan pada kendaraan bermotor di indonesia

1.2       Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan tentang kelebihan dan kekurang sistem rem diatas sehingga kita dapat mengetahui sistem rem yang aman untuk digunakan


BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Sistem Rem
Rem merupakan salah satu bagian kendaraan yang sangat penting pada sebuah kendaraan rem ini dapat mengatur kecepatan ataupun menghentikan lajunya kendaraan sesuai dengan yang kita harapkan, pengaturan kecepatan ataupun diberhentikannya lajunya kendaraan ini diatur melalui suatu gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar.

2.2       Perbandingan Rem
Berikut ini perbandingan dari rem yang telah di sebutkan diatas :

A.    Rem Tromol 

 
Rem tromol adalah salah satu konstruksi rem yang cara pengereman kendaraan dengan menggunakan tromol rem (brake drum), sepatu rem (brake shoe), dan silider roda (wheel cylinder). Pada dasarnya jenis rem tromol yang digunakan roda depan dan belakang tidak sama, hal ini dimaksudkan supaya system rem dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan persyaratan. Cara kerja rem tromol: Pada saat tuas rem ditarik atau pedal rem diinjak, maka akan terjadi pergerakan pada komponen-komponen rem tromol, yaitu terjadinya gesekan antara tromol dan kanvas rem. Piston akan menekan pada kanvas rem dan menyebabkan adanya gaya gesekan yang kuat sehingga mampu menghentikan putaran atau gerakan tromol. Pada saat pengereman per pengembali juga meregang dengan maksimal.

B.     Rem Cakram 
Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Cara kerja rem cakram adalah pada saat anda menginjak pedal rem, maka piston pada master rem akan tertekan dan terdorong ke depan. Hal tersebut memberikan tekanan pada minyak rem dan diteruskan melalui selang rem ke piston yang menyebabkan kampas rem terdorong, sehingga kampas rem tersebut mencengkram piringan cakram.

C.    Rem ABS
ABS (Anti-Lock Brake System) adalah sebuah sistem pada kendaraan bermotor yang mencegah terjadinya roda menjadi terkunci pada saat pengereman. Tujuannya adalah memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol pengendalian pada saat pengereman mendadak dan digunakan untuk memperpendek jarak pengereman (dengan memperbolehkan pengemudi menginjak pedal rem secara penuh tanpa perlu khawatir kendaraan akan selip dan lepas kendali seperti bila kita melakukan pengereman pada kendaraan non ABS (Anti-Lock Brake System ).
Cara kerjanya adalah pada kendaraan terdapat electronic unit, speed sensor dan hydraulic valve pada brake circuit. Electronic unit memonitor kecepatan dari roda pada saat pengereman,jika berbeda maka rem akan me’release’, dan selanjutnya mengerem lagi. Hampir sama dengan apabila kita melakukan pengereman sedikit-sedikit atau dalam artian tekan-lepas-tekan lepas. ABS tersebut bisa melakukan pengereman dalam artian ‘tekan-lepas’ sebanyak 20 kali per detik. Jadi dengan teknologi ini berguna untuk mencegah ban terkunci.



Tabel Perbandingan Rem
Kelebihan Rem Tromol
Kelebihan Rem Cakram
Kelebihan Rem ABS
  1. Tidak mudah terkena kotoran dan debuKarena letaknya yang berada didalam, maka rem Tromol tidak mudah disusupi debu ataupun kotoran sehingga kinerjanya tidak akan terganggu. 
  2. Sistem Rem yang mudah dan harganya yang murah Pada intinya sistem rem tromol ini  sangat mudah dan simpel sekali, namun dengan kinerja yang powerful menghentikan laju kendaraan. selain mudah, rem tromol juga murah pada setiap komponenya (kampas), motor yang menggunakan rem tromol juga lebih murah dibandingkan yang menggunakan rem cakram. 
  3. Kinerja pengerman yang Lembut Berbeda dengan rem cakram yang ganas karena akurasinya tinggi, rem tromol menghasilkan pergerakan penghentian/perlambatan yang lebih perlahan atau lembut. 
  4. Mampu menahan beban Besar Sistem rem ini dikenal bisa menahan beban berat dan besar, terbukti kendaraan roda empat seperti Bus dan Truk juga menggunakan rem tromol.
  1. Cepat menghentikan Laju / Pakem Kelebihan yang pertama pada Rem Cakram adalah kecepatan dalam menghentikan laju kendaraan atau yang kita sebutnya pakem. Dengan model jepit dan bukan gesek ( pelebaran kampas rem) seperti sistem pada Drum Brake, dalam menhentikan laju akan lebih cepat. 
  2. Lebih Stabil dan Konsisten Penggunaan Rem Cakram lebih stabil dan konsisten dalam setiap takaran pengereman, dengan rem cakram kita tidak akan menjumpai pengereman yang terkadang tajam dan terkadang tidak seperti apabila menggunakan rem tromol. 
  3. Good Looking Secara Visual, dengan penggunaan Rem Cakram dapat memperindah penampilan sepeda motor atau istilahnya Lebih Good Looking daripada penggunaan Rem Tromol.
  1. Rem sangat pakem dan meyakinkan jika kendaraan berjalan dipermukaan yang datar, atau diatas aspal 
  2. Roda kendaraan tidak akan terkunci saat melakukan pengereman 
  3. Kendaraan mudah dikendalikan saat mengerem secara mendadak 
  4. Pengereman Rem ABS lebih cepat dibanding dengan rem biasa 
  5. Pengereman semakin efektif dan tentunya tingkat kecelakaan semakin kecil

Kekurangan Rem Tromol
Kekurangan Rem Cakram
Kekurangan Rem ABS
  1. Rem tidak terlalu pakem Karena penghetianya yang hanya menggunakan sistem gesekan dan bukan cengkraman (cakram) tentu hasil pengeremanya tidak terlalu pakem dan instan, tidak seperti rem cakram. 
  2. Tidak enak dipandang Aspek keindahan berkurang jika menggunakan rem tromol (relatif), disana ada tuas yang mengganggu objek mata melihat bulatnya ban, berbeda dengan rem cakram yang pastinya lebih enak dipandang.
  1. Riskan Kerusakan dan Mudah terkena kotoran Karena rem Cakram menggunakan Disk Brake yang posisinya di luar, maka jika terjadi benturan akan merusah keseluruhan kinerja rem dan laju roda motor, selain itu debu atau kotoran juga menjadi penghambat rem cakram bekerja maksimal. Hal ini berbeda dengan rem Tromol yang posisinya didalam. 
  2. Kinerja Pengereman Kasar Hasil pengereman menggunakan rem Cakram lebih galak daripada rem Tromol, jadi pengereman tidak begitu halus dan cenderung kasar. Meskipun hal itu bisa disiasati dengan menekan rem secara perlahan yang membutuhkan tingkat detail dalam menekan tuas rem. 
  3. Risiko Rem Mengancing Untuk Disk Brake yang tidak dilengkapi dengan fitur ABS (Anti-Lock Braking System), risiko rem mengancing selalu membayangi pengguna rem cakram. Rem mengancing sangat berbahaya bila terjadi di kecepatan yang sangat tinggi dan bisa menyebabkan kecelakaan.
  1. Kendaraan sulit berhenti jika mengerem dijalan yang berkerilkil atau tidak rata, jadi kendaraan sulit untuk berhenti secara optimal 
  2. Saat Rem basah atau jalan dijalan yang tidak rata, rem menjadi tidak pakem dan kadang berbunyi menggeruk 
  3. Rem ABS dapat bekerja optimal jika kendaraan melewati jalan yang beraspal atau jalan yang rata 
  4. Motor Sulit digunakan untuk freestyle, misalnya Stoppie




BAB III
KESIMPULAN

3.1       Kesimpulan
            Kesimpulan dari perbandingan diatas adalah semakin majunya teknologi sehingga menyebabkan terjadi perkembangan sistem rem yang bertujuan untuk menyempurnakan sistem rem yang ada memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, sehingga sistem tersebut menjedi lebih baik, aman dan nyaman dalam penggunaan nya.







Sumber :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar